“pesan kilat”

4 Jan 2011

oKita adalah pengemban dakwah yang telah memilih jalan dakwah ini sebagai pijakan kaki .. Sosok figur mungkin saja mempesona kita untuk lebih giat melakukan banyak kontribusi di jalan ini. Tapi bukan itu yang dominan dalam hati . Sosok figur juga bisa melakukan kesalahan, dan kesalahan itu juga tidak membuat kita tertahan atau meninggalkan jalan ini. Karena kita telah memilih untuk melangkah di atas kaki kita sendiri, di atas pemahaman dan keyakinan lubuk hati kita sendiri. Ya, sekali lagi, karena kita sendiri yang telah memilih jalan ini.

Setelah kesulitan melakukan amar maruf dan nahyul mungkar. Setelah menumpahkan segenap upaya, kesabaran dan lipatan kesabaran. Kita harus tetap bertahan dan meneruskan perjalanan ini. Kita tidak boleh tergelincir akibat orang-orang yang tergelincir dari jalan ini. Kita tidak boleh tertipu dengan kekuatan kebatilan, karena kebenaran akan tetap eksis. Jalan ini menunjukkan fakta kepada kita, bahwa perjalanan bersama kebatilan hanya bergulir satu masa. Sementara perjalanan bersama kebenaran itu akan berlangsung hingga akhir masa.

Perjalanan selalu tidak pernah mulus, adakalanya hal-hal yang tidak menyenangkan dan menyakitkan muncul. Karena itu pemahaman (Al fahm) yang benar harus terlebih dahulu dilakukan agar segala sesuatunya jelas. Barulah setelah itu kebersamaan bisa dibangun lebih kuat dan solid. Selain itu, kita berada di jalan ini adalah karena terikat pada sebuah manhaj (sistem dan cara) yang dilakukan sebuah jamaah bukan karena individu-individu atau tokoh2nya agar kami tidak kecewa ketika individu atau tokoh tersebut berbuat kesalahan.

Jiwa toleran adalah salah satu perjalanan berharga yang kita petik dari jalan dakwah. Karena setiap insan dilahirkan berbeda karakter dan sifatnya. Toleran inilah yang membuat kita bisa saling memahami satu sama lainnya. Sehingga perbedaan pendapat, perselisihan, ketidaknyamaan dan ketidaksukaan akan hilang dengan sendirinya. Rasulullah bersabda: Jika ada seseorang mencacimu dan menghinamu dengan sesuatu yang ia ketahui ada pada dirimu, maka janganlah kamu melakukan hal yang sama lantaran ada hal yang sama yang engkau ketahui ada padanya. Karena dengan dmeikian engkau akan mendapatkan pahala. Dan ia mendapatkan dosanya. Dan janganlah engkau mencaci seseorang pun.


TAGS


-

Author

Follow Me